Polisi ungkap komplotan pencuri kendaraan bermotor libatkan anak

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat telah berhasil mengungkap sindikat pencurian motor (curanmor) yang diantara pelakunya merupakan anak di bawah umur.

Kepala Polsek Kalideres, Komisaris Polisi Pius Ponggeng, di Jakarta, Sabtu, menyebut empat tersangka tekah diringkus. Mereka berinisial DM, AK, JP, dan LS, yang telah beraksi di 18 tempat kejadian perkara.

“Mereka beraksi di wilayah Kalideres, Cengkareng, dan Tangerang. Modusnya, para tersangka sengaja berkeliling mencari sepeda motor yang sedang ditinggal parkir secara acak,” ujar dia.

Setelah keempat tersangka menemukan sasaran, mereka langsung berbagi tugas. Ada yang mengawasi di sekitar TKP dan ada juga yang mengeksekusi dengan menggunakan kunci “Y.”

Selanjutnya, para tersangka membawa kabur sepeda motor korban, yang kemudian dijual kepada seorang penadah berinisial MPOK yang masuk dalam daftar pencarian orang di wilayah Tangerang.

“Kebanyakan mereka mencuri sepeda motor jenis matik dan dijual dengan harga yang bervariatif. Kisaran Rp 1,5-2,5 juta per unit sepeda motor,” terangnya.

Ia katakan, mereka berhasil membongkar kasus tersebut setelah mendapat laporan dari seorang korban pencurian motor.

Korban itu kehilangan sepeda motor Yamaha Mio J miliknya yang sedang terparkir di rumahnya, Jalan Permata, Tegal Alur, Kalideres, pada Selasa dini hari (16/11).

Setelah mendapat laporan, anggota Polsek Kalideres langsung menyelidiki hingga didapati informasi akan adanya transaksi motor curian di wilayah Kosambi, Tangerang, dam meringkus tersangka DM dan AK.

Kemudian, pengembangan lebih lanjut menghasilkan tersangka JP dan LS hingga langsung menangkap mereka. Kedunya, berhasil diringkus di rumahnya masih-masing.

“Karena mereka statusnya masih anak di bawah umur, jadi prosesnya kita lakukan diversi. Saat ini kita juga masih mengejar jaringan lainnya, sebab, pelaku curanmor pasti memiliki jaringan,” ujarnya

Selain berhasil mengungkap sindikat curanmor anak, polisi juga sampai harus menembak kaki MS agar dia menyerah. Ia diketahui  mengomandoi sindikat itu.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018